Thursday, February 23, 2012

Bahan Berkualitas, Diproses Dengan Baik, Hasil Memuaskan


Kondisi pencapaian pembangunan manusia Indonesia mutlak mendapat perhatian khusus dari seluruh masyarakat, walaupun sebagian besar bangsa ini menggantungkannya pada mereka yang duduk di ‘kursi empuk’ pengambil kebijakan. Pemerintah berusaha untuk terus selalu membangkitkan kesadaran dalam upaya perluasan pilihan-pilihan manusia, tentu saja pilihan-pilihan yang dimaksud adalah pilihan-pilihan terbaik yang diinginkan manusia dalam penghidupannya. Hal ini sesuai dengan tujuan utama pembangunan manusia, yaitu menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif (HDR, 2004).

IPM Sebagai Indikator Output
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang dapat memantau pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah. IPM yang merupakan indikator output sangat bergantung pada kualitas input dan prosesnya. Oleh karena itu, keberhasilan dan kegagalan pembangunan manusia sebenarnya sangat bergantung pada kualitas input dan mekanisme input tersebut diproses. Strategi yang matang dan mekanisme yang yang terencana akan membawa pencapaian pembangunan manusia ke level yang lebih baik. Untuk mencapai mimpi itu diperlukan berbagai input yang berkualitas dari masing-masing komponen penyusun IPM itu sendiri, dan ditambah dengan pemahaman serta pelaksanaan yang baik dari berbagai indikator proses untuk menghasilkan output pembangunan manusia yang berkualitas. Sebelum melangkah terlalu jauh untuk merumuskan berbagai kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembangunan manusia, maka pemahaman yang menyeluruh disertai dengan evaluasi dan monitoring terhadap berbagai indikator input dan proses mutlak dilakukan. 


Setiap dimensi dalam pembangunan manusia, baik umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan kehidupan yang layak perlu dipahami secara menyeluruh, karena masing-masing dimensi tersebut memiliki indikator input dan indikator proses yang perlu dijaga kualitasnya. Sebagai contoh,  untuk dimensi umur panjang dan sehat, terdapat indikator input yang perlu mendapat perhatian (dikutip dari Buku Indeks Pembangunan Manusia 2009-2010, Keterkaitan antara IPM, IPG, dan IDG. Badan Pusat Statistik, 2011) :
1.     Indikator yang berkaitan dengan rumah sakit
2.     Indikator yang berkaitan dengan sarana pengobatan (Puskesmas, Pustu)
3.     Indikator yang berkaitan dengan industri dan distribusi obat
4.     Indikator yang berkaitan dengan tenaga kesehatan
5.     Indikator yang berkaitan dengan penyediaan kalori, protein, dan sumber zat gizi lain per kapita per hari menurut asal bahan makanan
6.     Indikator konsumsi kalori, protein, dan sumber zat gizi lain perkapita menurut asal bahan makanan
7.     Rasio konsumsi kalori dan protein per kapita per hari terhadap standar nasional menurut provinsi
8.     Indikator fisik dan biologis yang relevan terhadap kesehatan, seperti :
-         Angka penggunaan air bersih
-         Angka penggunaan jamban saniteir
-         Jumlah penduduk yang tinggal di pemukiman sehat
-         Tingkat polusi udara
-         Serangga penular penyakit (nyamuk)
-         Mamalia perantara penular penyakit
Dimensi umur panjang dan hidup sehat juga memiliki beberapa indikator proses yang diharapkan dapat di pahami untuk kemudian dikelola dengan baik, antara lain :
1.     Indikator yang berkaitan dengan penilaian rumah tangga terhadap pelayanan kesehatan dan memperoleh obat-obatan
2.     Indikator upaya kesehatan, antara lain dibagi manjadi
a.     Cakupan :
-         Jumlah kunjungan di Puskesmas
-         Jumlah kunjungan ke rumah sakit
-         Jumlah rawat tinggal di rumah sakit
-         Jumlah dan persentase anaj yang mendapat imunisasi
-         Persentase penduduk yang mendapat air bersih
b.     Pemanfaatan Sarana Kesehatan :
-         Rasio umlah kunjungan di puskesmas, di rumah sakit, jumlah rawat tingga di rumah sakit terhadap jumlah tenaga medis dan paramedic yang ada
-         Rasio jumlah penderita rawat tinggal di rumah sakit terhadap jumlah tempat tidur yang tersedia
-         Pemanfaatan sarana tradisional vs modern
Input yang baik adalah modal yang berkualitas bagi pembangunan. Dengan mengetahui dan memahami berbagai indikator input pembangunan di atas, diharapkan akan tercipta pencapaian pembangunan manusia yang memuaskan, tentunya jika berbagai indikator input tersebut di kelola melalui suatu mekanisme yang tercermin pada indikator proses yang terencana. Semoga mimpi tersebut dapat segera terwujud.

0 komentar:

Post a Comment